Teks Editorial tentang Kebiasaan Mencontek
Mendengar kata menyontek biasanya tidak asing lagi bagi para pelajar SD, SMP, bahkan SMA. Di zaman sekarang, mencontek itu sudah biasa atau bahkan sudah terbiasa. Kebanyakan orang yang melakukan hal ini adalah para pelajar. Para pelajar melakukan hal ini disaat ulangan bahkan ada tugas pun, bisa jadi mencontek kepada temannya. Padahal mereka tahu hal tersebut itu tidak terpuji. Namun mereka tetap saja melakukannya. Seperti sadar tidak sadar.
Di Indonesia kecurangan sudah banyak melanda berbagai aspek mulai dari politik, pekerjaan sampai yang paling menyedihkan adalah kecurangan pada dunia pendidikan kita. Entah dari mana mulanya kecurangan dimulai, yang jelas kecurangan seperti mencontek sudah menjadi budaya atau yang lebih tepatnya di budayakan.
Sebelum berpendapat bahwa mencontek merupakan budaya, ada baiknya jika kita menganalisa lebih jauh apa yang menjadi sebab seorang pelajar mencontek. Sebab paling mendasar yang menjadi alasan seorang pelajar melakukan kegiatan mencontek adalah karena adanya keinginan untuk mendapatkan nilai bagus dan tuntutan dari orang sekitar siswa, khususnya orang tua. Dalam beberapa kasus yang saya ketahui dan amati dari teman-teman sekitar saya, beberapa orang tua ada yang sangat menuntut anaknya untuk menjadi anak yang baik dan pintar. Dan kepintaran menurut beberapa orang tua adalah diukur dari nilai bagus dan peringkat yang tinggi di kelas.
Jika mencontek dianggap sebagai budaya di kalangan pelajar, maka orang yang beranggapan demikian berarti mendukung bahwa mencontek merupakan kebiasaan para pelajar yang berkembang dari zaman ke zaman, mempengaruhi pelajar di era-era selanjutnya, dan tentunya kebiasaan itu sukar untuk diubah. Kata 'sukar' menjadi suatu bentuk keputusasaan bahwa kebiasaan mencontek itu sangat sulit untuk dihilangkan bahkan beberapa orang berpendapat bahwa mustahil untuk kebiasaan mencontek lepas dari kehidupan para pelajar, terutama pelajar masa kini.
Mencontek sepertinya sudah menjadi kebiasaan sebagian pelajar dari mulai siswa SD sampai mahasiswa. Cara menconteknya pun semakin lama semakin beragam dan canggih. Kalau di zaman dulu contekan hanya ditulis di kertas kecil atau di buat coretan di atas meja. Sekarang contekan cukup dikirim melalui sms. Bukan hanya ulangan harian, semesteran bahkan ujian nasional pun tidak luput dari upaya contek mencontek. Parahnya lagi ditingkat mahasiswa, skripsi yang dibuat pun hasil mencontek.
Padahal mencontek punya dampak buruk bagi pelakunya. Dampak buruk ini ada yang langsung dirasakan akibatnya, tapi ada juga dampak yang sifatnya jangka panjang.

Topik yang bagus ka, ditunggu karya berikutnya ๐
BalasHapus๐
HapusTopik yg menarik๐
BalasHapusTopik yg menarik๐
BalasHapus๐๐ช
BalasHapusBermanfaat sekaliii๐Topik nya jga menarik:))
BalasHapusMakasih๐
BalasHapusBermanfaat beut๐
BalasHapus๐
HapusBagus
BalasHapus๐
HapusTopik yang sangat bagus nih ๐
BalasHapus๐
HapusTuh gak boleh nyontek yaa, Keren kak
BalasHapus๐๐
BalasHapusMantul
BalasHapusMantap betull
BalasHapusBagus syakira
BalasHapusReferensi bangetttt
BalasHapus