Artikel
Anak-anak kecil juga tidak luput menjadi pengguna teknologi seperti gadget, namun anak-anak harus diberi batasan-batasan agar teknologi dapat memberikan dampak positif bagi anak. Tidak ada yang lebih peduli dengan anak selain orang tuanya.
Gejala kecanduan gadget terhadap anak milenial, diantaranya :
1. Yang langsung kamu cari ketika baru saja membuka mata di pagi hari adalah smartphone, dan kamu tidur pun dengan smartphone yang tergeletak di dekatmu.
2. Kamu tidak bisa melewati hari tanpa menggunakan gadget.
3. Kamu akan merasa cemas yang luar biasa jika baterai smartphone sudah sangat rendah atau bahkan mati.
4. Kamu selalu ingin mengecek gadget-mu tiap 5 menit sekali.
5. Kamu selalu menggenggam gadget-mu ketika melakukan aktivitas apapun, entah itu sedang makan, berjalan, bahkan ke toilet.
Jika minimal 3 dari 5 poin di atas tepat menggambarkan keadaanmu saat ini, maka kamu sudah terkena sindrom nomofobia.
Dampak kecanduan gadget terhadap anak milenial, diantaranya :
1) Gangguan Mata
Mata yang terlalu sering digunakan untuk menatap layar gadget akan menjadi kering dan timbul rasa panas. Jika kecanduan gadget ini dibiarkan terlalu lama, maka mata bisa lelah, terasa tidak nyaman, merah, dan timbul gangguan penglihatan, seperti penglihatan menjadi kabur, minus mata bertambah, dan lain-lain.
2) Mengganggu Pola Tidur
Salah satu ciri anak yang kecanduan gadget adalah tidak bisa berhenti bermain gadget bahkan sampai larut malam. Bermain gadget memang bisa menimbulkan ketagihan yang akan membuatmu susah untuk berhenti. Akhirnya jam tidurmu akan terganggu, bahkan jika dibiarkan terlalu lama, kamu bisa mengidap insomnia. Jika waktu tidur yang dibutuhkan tubuh tidak terpenuhi, maka berbagai penyakit dan gangguan kesehatan mudah menyerangmu.
3) Postur Tubuh Jadi Bungkuk
Anak yang kecanduan gadget tanpa sadar sering menundukkan leher untuk melihat gadget-nya. Ketika leher condong ke depan dan menunduk saat asyik bermain gadget, beban leher dan tulang belakang jadi bertambah besar karena harus menopang beban kepala, sehingga bisa menyebabkan leher dan punggungmu terasa nyeri. Jika dibiarkan terlalu lama, maka akan berdampak pada postur tubuhmu yang jadi bungkuk.
4) Mengganggu Studi
Karena tidak bisa berhenti bermain gadget, kegiatan belajar anak yang memiliki sindrom nomofobia ini pun biasanya akan terganggu. Hampir sebagian besar waktunya digunakan untuk bermain gadget dan ia sulit untuk berkonsentrasi saat belajar di sekolah, sehingga akhirnya prestasi di sekolah pun jadi menurun.
5) Kurang Bersosialisasi
Pernah mendengar ungkapan “gadget mendekatkan yang jauh, dan menjauhkan yang dekat”? Nyatanya, kecanduan gadget menyebabkan anak milenial hanya ingin berkomunikasi melalui aplikasi chatting yang ada di gadget saja dan enggan bersosialisasi dengan orang-orang di sekitarnya. Akibatnya, hubungan pertemanan bahkan keluarga pun jadi merenggang karena gadget.
Jadi, jika kamu mulai merasa kecanduan gadget, cobalah untuk segera mengatasinya dengan belajar memfokuskan diri kepada kegiatan lainnya yang bermanfaat selain bermain gadget, seperti sering-sering mengobrol dengan teman atau keluarga, belajar, dan berolahraga.

Gooddd๐menarik sekali topiknya
BalasHapusArtikel nya bagus mengingatkan aku agar tidak kecanduan pada gadget.terima kasih:)
BalasHapusSama²๐๐ช
HapusBagus, terimakasih infonya
BalasHapusSama² ๐
HapusBagus nih sesuai dengan zaman
BalasHapus๐
HapusTerimakasih untuk informasi nya
BalasHapusOke sama-sama ๐
BalasHapusMerasa tertegur hehe good , makasih ๐
BalasHapusSama-sama๐
BalasHapusTerimakasih informasinya, bermanfaat sekali kak
BalasHapusSama-sama ๐
BalasHapusBermanfaat sekali unruk orang lain agar mengurangi pemakaian gadget
BalasHapus